Ketinggian Bukan Sekadar Soal Meteran
Bekerja di ketinggian berarti bekerja dengan konsekuensi yang tidak bisa ditawar. Bedanya bukan pada tinggi meterannya, tapi pada apakah orangnya tahu harus berbuat apa saat harness tersangkut, saat perancah goyang, atau saat rekan kerjanya tergantung dan tidak bisa turun sendiri. Materi TKPK dibangun untuk menjawab situasi seperti itu — bukan sekadar teori APD di ruang kelas.
Pilih Tingkat Sesuai Tanggung Jawab, Bukan yang Termurah
Tingkat pada TKPK menggambarkan ruang lingkup tanggung jawab, bukan lama pelatihan. Pekerja yang bekerja mandiri tidak semestinya memakai sertifikat Tingkat 1, dan pengawas pekerjaan ketinggian membutuhkan Tingkat 3. Karena itu kami menanyakan konteks pekerjaan Anda lebih dulu, lalu memetakan tingkat yang tepat — termasuk bila bunyi persyaratannya justru mengarah ke jalur lisensi K3 Kemnaker bersama mitra PJK3 berlisensi, atau ke TKBT untuk pekerja bangunan tinggi.
Satu Skema, Banyak Sektor
Klien kami datang dari konstruksi, telekomunikasi, perawatan gedung, sampai instalasi industri. Kebutuhannya mirip, konteksnya berbeda — dan pelatihan yang baik menyiapkan peserta menghadapi konteks pekerjaannya sendiri, bukan contoh generik dari buku.
Bagaimana Kami Membantu
Kami adalah Tempat Uji Kompetensi (TUK) resmi terafiliasi LSP. Yang kami kerjakan bukan hanya menyelenggarakan asesmen, tetapi juga bagian yang biasanya paling membingungkan peserta:
- Mencocokkan pekerjaan Anda sehari-hari dengan skema sertifikasi yang tepat, supaya tidak salah memilih unit kompetensi.
- Menyusun portofolio dan bukti kerja bersama Anda sebelum berkas diajukan.
- Menyarankan pelatihan penyegaran hanya bila memang ada unit kompetensi yang jarang Anda kerjakan — bukan sebagai paket wajib.
- Mendampingi sampai sertifikat diterbitkan LSP dan terdaftar.
Belum yakin skema mana yang sesuai? Ceritakan saja pekerjaan Anda sehari-hari. Pemetaan skema kami kerjakan lebih dulu, sebelum bicara pendaftaran.
Ketinggian Bukan Sekadar Soal Meteran
Bekerja di ketinggian berarti bekerja dengan konsekuensi yang tidak bisa ditawar. Bedanya bukan pada tinggi meterannya, tapi pada apakah orangnya tahu harus berbuat apa saat harness tersangkut, saat perancah goyang, atau saat rekan kerjanya tergantung dan tidak bisa turun sendiri. Materi TKPK dibangun untuk menjawab situasi seperti itu — bukan sekadar teori APD di ruang kelas.
Pilih Tingkat Sesuai Tanggung Jawab, Bukan yang Termurah
Tingkat pada TKPK menggambarkan ruang lingkup tanggung jawab, bukan lama pelatihan. Pekerja yang bekerja mandiri tidak semestinya memakai sertifikat Tingkat 1, dan pengawas pekerjaan ketinggian membutuhkan Tingkat 3. Karena itu kami menanyakan konteks pekerjaan Anda lebih dulu, lalu memetakan tingkat yang tepat — termasuk bila bunyi persyaratannya justru mengarah ke jalur lisensi K3 Kemnaker bersama mitra PJK3 berlisensi, atau ke TKBT untuk pekerja bangunan tinggi.
Satu Skema, Banyak Sektor
Klien kami datang dari konstruksi, telekomunikasi, perawatan gedung, sampai instalasi industri. Kebutuhannya mirip, konteksnya berbeda — dan pelatihan yang baik menyiapkan peserta menghadapi konteks pekerjaannya sendiri, bukan contoh generik dari buku.
Bagaimana Kami Membantu
Kami adalah Tempat Uji Kompetensi (TUK) resmi terafiliasi LSP. Yang kami kerjakan bukan hanya menyelenggarakan asesmen, tetapi juga bagian yang biasanya paling membingungkan peserta:
- Mencocokkan pekerjaan Anda sehari-hari dengan skema sertifikasi yang tepat, supaya tidak salah memilih unit kompetensi.
- Menyusun portofolio dan bukti kerja bersama Anda sebelum berkas diajukan.
- Menyarankan pelatihan penyegaran hanya bila memang ada unit kompetensi yang jarang Anda kerjakan — bukan sebagai paket wajib.
- Mendampingi sampai sertifikat diterbitkan LSP dan terdaftar.
Belum yakin skema mana yang sesuai? Ceritakan saja pekerjaan Anda sehari-hari. Pemetaan skema kami kerjakan lebih dulu, sebelum bicara pendaftaran.